<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>J U M P A L I T A N</title>
	<atom:link href="http://jumpalitan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jumpalitan.wordpress.com</link>
	<description>yang lewat aja di kepala</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2009 22:11:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jumpalitan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>J U M P A L I T A N</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jumpalitan.wordpress.com/osd.xml" title="J U M P A L I T A N" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jumpalitan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>miskin, tak cukup menerima</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/26/miskin-tak-cukup-menerima/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/26/miskin-tak-cukup-menerima/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 22:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[adil]]></category>
		<category><![CDATA[hak asasi]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[orde baru]]></category>
		<category><![CDATA[perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sistim]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Jean Guéhenno mengatakan &#8220;Arm ist nicht der, der wenig hat, sondern der, der nicht genug bekommen kann.&#8221; (sumber zitate-online.de) Atau terjemahan bebasnya, bahwa orang miskin bukanlah orang yang memiliki sedikit, melainkan orang yang tidak dapat menerima dengan cukup (secara layak). Persoalannya adalah pembagian kesempatan yang tidak rata sehingga ada orang yang tidak mendapatkan akses untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=130&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jean Guéhenno mengatakan &#8220;Arm ist nicht der, der wenig hat, sondern der, der nicht genug bekommen kann.&#8221; (sumber zitate-online.de) Atau terjemahan bebasnya, bahwa orang miskin bukanlah orang yang memiliki sedikit, melainkan orang yang tidak dapat menerima dengan cukup (secara layak). Persoalannya adalah pembagian kesempatan yang tidak rata sehingga ada orang yang tidak mendapatkan akses untuk mendapatkan kesempatan memenuhi kebutuhan hidupnya secara cukup. Persoalan miskin bukanlah persoalan perbandingan banyaknya harta dengan mereka yang mempunyai lebih banyak. Misalnya, seorang yang memiliki satu sepeda motor, dibilang atau mengaku miskin dibandingkan dengan orang yang kenyataannya memiliki mobil mewah terbaru, rumah besar di daerah elit, dan yang kalau shoping tak cukup di Jakarta saja. Memang yang bermotor satu itu miskin, tetapi kalau dia masih bisa makan dan memenuhi kebutuhan standar secara cukup (meski tidak berkelimpahan), maka dia tidaklah tergolong orang yang miskin sebenarnya. Tetapi persoalannya tidak berhenti di sini, karena ukuran sedikitnya harta yang dimiliki sering dianggap secara ceroboh oleh banyak orang sebagai bukti kemalasan atau ketidakmauan mencari (berusaha). Benarkah? Kalau kita melihat kenyataan, tidak bisa kita mengatakan bahwa orang miskin sama dengan orang malas atau yang tak giat bekerja. Buktinya si penjual bakso yang harus berdagang sampe tengah malam, terus harus mencuci gerobaknya setelah itu, bangun pagi-pagi belanja, dan siap-siap masak di pagi hingga siang hari. Apakah mereka malas? Nyatanya seharian dihabiskannya untuk bekerja. Berapa banyak yang didapatnya tidak mencerminkan kerasnya hidup dan pekerjaan yang ia lalui. Oleh karena itu miskin memang bukan sekedar diukur dari harta yang bisa didapatnya, melainkan kemungkinan memiliki harta yang diterimanya. Jika sistim adil maka bisa saja orang yang keras bekerja akan mendapatkan keuntungan yang sepadan, tetapi sistim masyarakat yang korup dan tak mencerminkan belas kasihan dan tenggang rasa, merupakan sebuah faktor yang tak bisa dianggap sepele yang telah menyumbangkan angka kemiskinan secara besar-besaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu jaman Orde Baru, kita disuguhi slogan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi termasuk munculnya orang-orang kaya baru di kota-kota besar, akan memberikan akibat baik langsung atau tidak langsung kepada masyarakat luas terutama dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Benarkah? Secara teoritis saja hal ini susah dipertanggung jawabkan, apalagi dalam kenyataan realnya. Teori bahwa madu (kekayaan) itu akan menetes ke kiri dan kanannya atau meluber setelah gelas penuh, tidaklah terbukti. Karena minimal dua hal: (1) keserakahan dan ketiadaan tenggang rasa, (2) sistim yang menguntungkan pihak yang dekat dengan sistim. Faktor pertama jelas, bahwa mana ada orang yang setelah kaya akan stop mencari harta. Meskipun kita tak bisa menggeneralisir bahwa orang kaya selalu &#8220;jahat&#8221; atau tak peduli pada orang lain yang miskin. Orang kaya yang baik dan benar-benar peduli jumlahnya relatif sangat sedikit dan tak sebanding antara perhatian yang diberikan ke orang miskin secara sungguh-sungguh dengan apa yang diterimanya dalam bentuk kapital yang berlimpah-limpah. Belum lagi jika kita melihat betapa banyak penawaran barang-barang dan jasa yang memanjakan mereka, hedonisme, konsumerisme, asuransi, investasi. Semua itu seakan menyedot perhatian mereka untuk menikmati hidup daripada peduli dan berbagi kepada masyarakat sekitarnya. Bukan sekedar memberi yang diharapkan oleh si miskin, melainkan keberpihakan, perhatian, dan dukungan langsung (mengentaskan dan membagi kesempatan) itulah yang dibutuhkan secara real.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, bahkan nampak kecenderungan yang tak bisa dipungkiri bahwa yang kaya pun belum merasa kaya dan masih ingin lebih kaya lagi. Satu perusahaan tidak cukup melainkan keuntungan dari perusahaan satu akan digunakan untuk investasi pendirian perusahaan berikutnya dan setelahnya. Memang benar bahwa pendirian banyak perusahaan akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Nah itu benar, masyarakat bisa berduyun-duyun bekerja sebagai buruh pabrik maupun mandor. Tetapi untuk mencapai jenjang manager susah, karena mereka harus cukup wawasan dan pendidikan tinggi. Tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan tinggi karena biaya pendidikan tinggi pula, yang tak mungkin dipenuhi oleh orangtuanya yang sekedar berpenghasilan setara IIIA menurut jenjang yang diatur di pemerintahan. Artinya yang di pemerintahan dengan tunjangan tetap dari negara saja tak bisa memenuhi kebutuhannya apalagi mereka yang swasta dan benar-benar menganggur tanpa penghasilan memadai. Mereka menjadi buruh karena orangtuanya juga tidak cukup menerima penghasilan dulunya. Memang ada beasiswa, tetapi hal itu tidak bisa dijadikan sebuah alasan untuk mengatakan bahwa mereka yang jadi buruh pabrik itu orang yang malas belajar dulunya. Ada banyak faktor yang dibutuhkan untuk menjadi orang pintar selain faktor keuangan dan faktor niat. Dera penderitaan hidup, telah menyebabkan konsentrasi buyar, lingkungan yang tidak teratur dan kumuh tentu saja tidak mengkondisikan mereka untuk bisa berjuang setara dengan mereka yang diantar jemput mobil dan mendapatkan perhatian penuh dari orangtuanya. Ini sekedar contoh saja, saya sadar tidak selamanya bisa dijadikan alasan yang 100 persen tepat. Tetapi jelas bahwa mereka tak mampu merebut kesempatan setingkat manager karena aspek latar belakang lingkungan , kesempatan pendidikan, serta dukungan ekonomi dari generasi sebelumnya di masa lalu. Artinya kemiskinan itu tetap dan sangat sulit bagi seorang yang berbekal rajin dan giat untuk dapat mewujudkan optimismenya. Banyak yang harus kandas, terkandaskan, dan dikandaskan di tengah jalan. Bahkan sebelum ia sempat bermimpi tentangnya. Apakah menjadi buruh pabrik itu cukup? Susah dibilang cukup. Bagaimana bisa cukup? Kalau mereka hidup di kota yang sama, dengan biaya yang tinggi, dan kebutuhan yang juga tinggi. Harga bensin, bahan pokok, sandang, papan semuanya naik, sedangkan gajinya selalu dibatasi oleh UMR yang sulit naik dalam jumlah signifikan. Karena kenaikan UMR akan menaikkan ongkos produksi dan hal ini jelas tidak disukai para pemilik perusahaan itu, karena mereka akan kesulitan bersaing dalam menjual barang. Mana ada yang membeli barang di kondisi lesu begini dengan harga tinggi? Oleh karena itu pendirian pabrik tidak berarti meningkatkan kesejahteraan bagi banyak orang di sekitarnya, karena apa yang mereka terima dari hasil pekerjaan mereka tidak akan pernah cukup. Untuk diri sendiri saja tidak cukup apalagi untuk membiayai keluarganya. Sehingga anak-anak merekapun akan terlantar dalam hal pendidikan, kesehatan dan kesempatan kerja di kemudian hari. Orang-orang miskin ini juga tidak akan mampu berbaur dengan mereka yang ada di middle class, karena middle class memiliki bahasa dan tata cara pergaulan sendiri. Oleh karena itu orang-orang miskin itu akan menikah dan mengembangkan keturunan yang susah sejahtera di kemudian hari. Inilah kemiskinan struktural, yang secara turun temurun terstruktur oleh keadaan mereka. Bukan berarti mereka tidak mau berusaha, melainkan usaha apapun yang dilakukan mentok dan tidak menghasilkan banyak, karena sektor yang mereka geluti juga sektor yang hanya menghasilkan penerimaan (penghasilan) di bawah pas-pasan. Oleh karena itu jika kita berpikir bahwa adanya orang kaya akan menaikkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya, itu sebuah slogan yang sulit diterima nalar. Kalaupun ada beberapa yang mampu meloncat dari miskin menjadi menengah atau kaya, biasanya bukan semata-mata karena rajin dan giat, melainkan karena ada faktor lain yang mengintervensi nasib peruntungan mereka. Ada keberanian yang sifatnya untung-untungan untuk keluar dari kemiskinan itu. Bisa juga kerjasama dengan orang-orang yang memang memiliki akses atau mendapatkan pertolongan yang benar-benar berasal dari mereka yang ada di luar kelompok miskin. Itupun jumlahnya tak banyak. Idealnya memang jika kita merasa terbatas dan berada dalam kelompok miskin, kita seharusnya mampu menumpukkan kesadaran dan kekuatan untuk meloncat meski akibatnya adalah kehancuran kalau gagal. Artinya untuk mengambil sebuah keputusan loncat, resikonya sangat tinggi. Ketika loncat dari lingkup miskinnya, bisa saja dia berhasil (prosentasinya kecil karena dia bersaing juga dengan orang-orang lain yang startnya tidak sama). Tetapi kalau gagal bisa saja dia menjadi lebih miskin dari sebelumnya. Kesadaran ini justru membuat orang apatis dan putus asa untuk berusaha. Akhirnya mereka cuma mau melakukan hal-hal yang sifatnya instant di depan mata.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal kedua yang sudah disebutkan di atas, terutama tentang sistem yang korup dan tidak menguntungkan orang kecil. Prof. Sumitro, sang begawan ekonomi Indonesia, pernah mengatakan dulu di tahun 80-an bahwa paling tidak ada kebocoran 30 persen dari apa yang dianggarkan oleh negara. Artinya bahwa jika 100 persen dianggarkan dan dicairkan untuk proyek, maka udah bisa dipastikan 30 persennya menguap entah kemana. Terus yang efektif digunakan hanya yang 70 persen untuk pembangunan. Tetapi itupun bukan tanpa kebocoran pula, karena sistim tender yang dilelang secara transparan sering justru tidak terjadi. Perusahaan penerima tender malah kedapatan sebagai perusahaan fiktif yang tak punya kompetensi dalam proyek tersebut. Itu kemudian dilemparkan kepada pihak lain untuk mengerjakan, jelas sudah dikurangi anggarannya setelah lewat beberapa prosedur. Akhirnya pembangunan dilakukan dengan dana yang tidak sesuai dengan plafon dan mengakibatkan tidak terpenuhinya pembelian bahan-bahan yang berkualitas. Banyak proyek yang menghasilkan bangunan tetapi rusak beberapa hari bahkan sesudah diresmikan (atau tidak kurang yang ambruk sebelum peresmian). Bukan cuma bahan yang bermutu rendah, tetapi juga tukang-tukang yang tidak profesional karena digaji sangat kecil. Kelompok miskin tetap miskin, pembangunan tidak menjanjikan kesejahteraan secara merata. Uang dan modal negara terbatas. Jika dibagikan atau lebih tepatnya diperebutkan secara tidak seimbang dan adil, maka jelas hasilnya adalah sebuah ketimpangan sosial. Yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin. Ini merupakan rahasia umum. Kekayaan yang dikeruk di Indonesia akhirnya dilarikan ke luar negeri baik melalui penanaman investasi, pengumpulan modal keluar, atau membeli produk-produk impor. Akhirnya jelas pula bahwa bukan saja besar pasak dari tiang, melainkan rumah pun dindingnya berlobang-lobang dan membuatnya semakin tidak kokoh. Itulah kita saat ini. Ketika kita sadar bahwa kemiskinan dan pengangguran bertumpuk, dan kriminalitas merajalela. Serta masyarakat yang putus asa dan mudah marah, tak siap kerjasama dan tak mampu bekerja secara profesional. Karena baik secara sistim maupun kesadaran perorangan kita, memang tidak berlandaskan pada kesadaran tenggang rasa dan solidaritas. Kita ingin kaya sendiri dan ingin menikmati hasil dari kekayaan itu untuk diri dan kelompok kita sendiri. Rupiah kita semakin tidak berharga di sistim pertukaran mata uang internasional. Kita akan tenggelam bersama bila kita tak segera menyadari hal ini. Syukurlah sekarang sudah ada sedikit perubahan yang dirasakan, meski belum cukup. Badai mungkin sudah reda, tetapi kapal kita masih compang-camping dan bocor di beberapa tempat. Kalau tak segera kita perbaiki, kita tak akan sanggup menyeberangi samudra di depan kita. Badai-badai berikutnya akan kembali menyerang dan kita tak cukup kuat menghadapinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pidato Obama menarik. Sebagai negara kaya dan termaju di dunia, dia justru mengajak seluruh rakyat amerika menyadari bahwa amerika sedang bangkrut dan harus bangkit. Caranya dengan mengembangkan kesadaran tenggang rasa dan solidaritas. Bukan sekedar memberi orang yang dianggap kekurangan, melainkan untuk berbagi akses hidup. Orang disadarkan untuk rela mengurangi jam kerjanya agar bisa berbagi pekerjaan dengan tetangganya. Negara sekuat amerika masih menyadari bahwa badai ekonomi ini harus dihadapi bersama-sama, dimana si kaya dan si miskin bekerjasama dan mengembangkan solidaritas. Bukan sekedar memberi karena belas kasihan, melainkan rela memberikan dan membagikan akses kepada orang lain untuk mencapai kesejahteraan juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia perlu maju bersama. Jangan katakan kita bangsa malas karena orang miskin banyak. Karena kemiskinan mereka ini sebenarnya karena sistim yang tidak adil yang pernah kita buat di dekade-dekade sebelumnya. Kita tidak merasa bersalah bahkan bangga ketika kita meminjamkan uang kepada tetangga kita dengan membungakannya sebesar 20 persen perbulan. Kita tertawa renyah menceritakan bahwa baru saja membeli tanah harga murah karena pemiliknya sedang &#8220;dikejar kebutuhan menyekolahkan anaknya atau karena untuk biaya rumah sakit orangtuanya&#8221;. Kita tega makan enak dan berbaju bagus di restoran mewah yang di pintu gerbangnya duduk para pengemis yang telah menahan lapar beberapa hari. Kita khusus beribadah dan berdoa di tempat-tempat peribadatan megah dan datang dengan mobil-mobil mewah, sedangkan masyarakat di sekitarnya dihantui kemiskinan. Jika kita masih memahami bahwa kekayaan kita akan mensejahterakan si miskin, karena mereka akan menerima tetesan-tetesan madu itu, maka itu salah besar. Karena sebagai manusia kita sadar bahwa kita tidak mungkin terlalu rela (begitu saja) meneteskan madu-madu yang melimpah dari gelas-gelas kita. Kita mungkin meneteskannya dan membiarkannya mengenai mereka yang disekitar kita, tetapi tentu saja setelah tetesan itu tersaring sekian kali sehingga bukan madu lagi yang menetes melainkan cairan putih yang rasa manisnya sudah sebagian besar berkurang. Tidak mungkin ada kesejahteraan selama di negara kaya seperti indonesia masih banyak yang memilih serakah, bersaing dengan start yang tak sama, serta tak mau mempedulikan nasib orang lain. Sekali lagi bukan memberi yang penting, melainkan mau menahan diri agar orang lain tidak kalah berebut akses hidupnya mencapai kesejahteraan. Memberi itu baik, tetapi memberi tidak mengentaskan hal yang paling prinsip. Kita perlu mendidik diri kita sendiri untuk bisa menahan diri dan tidak serakah merebut apa yang bisa dikerjakan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tak bermaksud memprovokasi untuk anti orang kaya. Tetapi janganlah dengan kekayaan itu tercipta sebuah sekat, dimana si miskin tak lagi bisa menembusnya. Orang yang kuat yang harus mulai mengalah, membuka jalan / kemungkinan, dan mendukung secara terus menerus.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita juga tak perlu menyalahkan sistim perekonomian Barat (Amerika dan Eropa) dengan kapitalisme  liberal dan globalisasi.  Selain paradigma barat pun sudah berubah, kita juga melihat bahwa penumpukan kapital juga terjadi di negara yang bersistim religius (negara-negara kaya di Timur Tengah) dan sosialis pula (Rusia dan Cina).  Di Barat sendiri sekarang ini justru mulai muncul kesadaran bahwa sistim kapitalisme liberal memang menyengsarakan. Banyak diantara mereka telah menyadari dan ingin berusaha menciptakan sistim yang adil. Karena kemiskinan di negara lain, berarti juga meningkatnya migran gelap dan kriminalitas di negara makmur mereka. Toh kalau ada yang kelaparan di belahan bumi lain, mereka juga harus menyumbang. Toh kalau hutan-hutan tropis lenyap, mereka juga yang menanggung sesaknya kurang oksigen yang tersedia. Sekarang ini sudah berubah. Tidak perlu saling menyalahkan, melainkan kita kembangkan rasa solidaritas dan berbagi akses hidup untuk mencapai kesejahteraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang miskin bukan mereka yang punya sedikit harta, melainkan mereka yang tak pernah mendapatkan harta cukup karena mereka kalah bersaing dengan orang lain yang lebih serakah dan mengerahkan seluruh daya dan pikirannya hanya untuk keuntungan dirinya sendiri. Kalau kita bertahan dengan keadaan ini, tenang saja &#8230; toh kita akan mati bersama-sama, karena dunia ini tak ubah sebuah kapal besar dimana kita tak bisa lagi saling menghindar dari yang lain. Setiap ancaman kecil, adalah juga ancaman untuk semua penghuni kapal ini &#8230; . Belum terlambat kalau kita mau berhenti dari keserakahan, dan memberi kesempatan orang lain untuk mendapatkan kesempatan meraih kesejahteraannya secara adil dan manusiawi. Orang-orang miskin bukan butuh pemberian dan belas kasihan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mendapatkan akses yang sama dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhannya secara layak dan memadai. Mengharapkan begitu saja terjadi? Tidaklah mungkin. Di sinilah dibutuhkan pemerintah yang berpihak pada rakyat dan mampu menciptakan sistim sosial yang adil dan mensejahterakan semua orang. Juga peranan kelompok-kelompok swadaya masyarakat untuk secara langsung terlibat, tetapi tanpa agenda mengambil keuntungan di air keruh. Adakah? &#8230; Ada. Kalau kita memulainya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=130&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/26/miskin-tak-cukup-menerima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Bekerja, Mr. President</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/20/selamat-bekerja-mr-president/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/20/selamat-bekerja-mr-president/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 10:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA[acara]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[america]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[azhari]]></category>
		<category><![CDATA[budha]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[dunkins donat]]></category>
		<category><![CDATA[era baru]]></category>
		<category><![CDATA[era obama]]></category>
		<category><![CDATA[fundamentalisme]]></category>
		<category><![CDATA[garis keras]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[hope]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[kebatinan]]></category>
		<category><![CDATA[kentucky]]></category>
		<category><![CDATA[kfc]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[marriage]]></category>
		<category><![CDATA[mistik]]></category>
		<category><![CDATA[oath]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[radikal]]></category>
		<category><![CDATA[rahma]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah]]></category>
		<category><![CDATA[swinger]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>
		<category><![CDATA[us]]></category>
		<category><![CDATA[usa]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[CNN sejak beberapa hari lalu membuka live streaming yang bisa dibuka untuk melihat situasi Washington DC secara langsung berkaitan dengan persiapan Inagurasi Obama hari ini (20/01/2009). Orang menyebutnya sebagai Celebration of New Face of the American History. Antusias dan meriah. Semua rela datang jauh-jauh atau malah beberapa hari sebelumnya datang hanya untuk menyaksikan saat bersejarah ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=121&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">CNN sejak beberapa hari lalu membuka live streaming yang bisa dibuka untuk melihat situasi Washington DC secara langsung berkaitan dengan persiapan Inagurasi Obama hari ini (20/01/2009). Orang menyebutnya sebagai Celebration of New Face of the American History. Antusias dan meriah. Semua rela datang jauh-jauh atau malah beberapa hari sebelumnya datang hanya untuk menyaksikan saat bersejarah ini. Sejarah Amerika juga sejarah dunia, menanti sebuah perubahan &#8230;. apapun itu bentuknya &#8230; asalkan bukan Amerika dan sejarah dominasi di masa lalu. Amerika dinantikan sebagai teman yang berpihak pada yang lain, bukan polisi dunia atau tuan besar yang berhak mengatur segala sesuatunya di dunia secara sebelah mata. Banyak orang merasa inilah saatnya yang tepat, sebagai jawaban atas penantian panjang selama ini &#8230; Obama &#8211; yang berdarah Kenya-Amerika, pernah lama tinggal ibukota negara berkembang seperti Indonesia tempo dulu &#8211; dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan dan harapan. Tepatnya awal dari sebuah proses yang penuh harapan di masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang telah banyak berharap pada Obama, bahkan terlalu banyak. Obama menampilkan sebuah jawaban atas kebutuhan, meski jawaban itu baru saja di awal kalimat. Ajakan untuk partisipasi dan kerjasama. Bukan sekedar untuk Amerika harapan itu ada tapi juga untuk seluruh dunia. Maklum saja, negara sekaliber Amerika memiliki banyak kepentingan di seluruh penjuru dunia. Amerika selama ini dianggap telah memposisikan diri sebagai polisi dunia. Amerika dianggap arogan karena sering tak mau mendengar keberatan negara lain. Amerika selama ini dianggap terlalu mempengaruhi kebijakan politik negara lain untuk semata-mata menjaga kepentingan negara mereka. Amerika membantu banyak program di dunia, tetapi sekaligus membuat negara-negara lain tergantung padanya. Amerika dianggap terlalu bebas dan menganggap ideologi kebebasannyalah yang paling benar untuk sebuah konsep demokrasi. Banyak lagi. Jadi bukan saja orang kulit hitam yang senang Obama naik ke pucuk pimpinan karena dianggap telah membawa angin segar perubahan bagi Amerika, khususnya antara orang hitam dan orang putih di Amerika. Obama memang harapan. Bukan karena dia mampu mengubah dunia, melainkan yang lebih penting adalah orang lain merasa memiliki tugas bersamanya untuk membangun tatanan negara dan dunia baru yang lebih manusiawi dan berasaskan kerjasama saling menguntungkan dan berdasarkan kesetaraan, kesamaan hak, bukannya dominasi dan ketergantungan terhadapnya. Inilah yang diharapkan orang bisa diubah pada saat kepemimpinan Obama. Amerika dengan wajah baru yang lebih ramah dan lebih manusiawi terhadap yang lain. Mungkinkah? Jelas jawabannya tak bisa tak mungkin. Selalu ada harapan dan tak ada kata terlambat memulainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Obama tentu saja bukan superhero, melainkan simbol perubahan dan dia nampaknya benar-benar memahami harapan yang dibebankan ke pundaknya. Salah satu yang khas yang selalu muncul bersamanya adalah senyuman ramah kepada semua orang. Dia berusaha mengatakan kepada semua yang dijumpainya (para pemilihnya terutama) bahwa dia adalah bagian dari mereka. Dia pernah mengalami masa lalu yang sulit dan pedih. Tetapi Obama tidak malu dan segan-segan mengakuinya dengan mengatakan bahwa justru karena masa lalu itulah dia menjadi sangat sadar terhadap tugas yang diembannya. Dia tidak sekedar mengidentifikasikan diri masih dengan masa-masa yang sulit dan dengan orang-orang dari berbagai kalangan (terutama yang susah, kulit hitam dan miskin), melainkan memposisikan diri sebagai &#8220;jembatan&#8221; dan &#8220;bahasa yang mudah dimengerti&#8221; oleh semua orang dan semua golongan kepentingan, dengan harapan mengajak semuanya untuk memikirkan kembali kebijakan-kebijakan di masa lalu dan mengubahnya dengan kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Dia secara jelas menunjukkan bahwa &#8220;we are ready to change, we are ready to work together, we are ready to believe again&#8221;. Ada kesadaran perlunya perubahan, kerjasama dan bangkitnya keyakinan baru tentang visi dan misinya. Dia berusaha mengembalikan keberanian untuk percaya pada perubahan dan kerjasama. Obama dalam pidato-pidatonya sangat menekankan pada pentingnya partisipasi dan kerjasama. Obama berusaha menyatukan kembali Amerika dan menekankan perlunya kerjasama untuk sebuah Amerika baru yang bukan saja menghargai kebebasan, tetapi juga memerangi diskriminasi dan segregasi di dalam masyarakat apapun alasannya. Obama juga diharapkan secepatnya menunjukkan kepada dunia bahwa Amerika memang bukanlah Amerika yang dulu. Amerika tak perlu menjadi pelindung dunia, karena dunia bisa menjadi dunia yang baik jika masing-masing negara didukung untuk lebih manusiawi dengan cara yang manusiawi pula. Tetapi bukan itu letak utamanya dari sikap Obama. Harapan muncul ketika Obama memposisikan dirinya bukan hanya sebagai &#8220;the commander of change&#8221; melainkan sebagai &#8220;symbol and inspiration to change&#8221;. Semua orang melihat Obama seperti melihat sebuah kesempatan dan pengakuan untuk berbuat sesuatu bersamanya. Obama bukan menempatkan diri sebagai tokoh karismatik yang menghipnotis kefanatikan massa. Dia adalah simbol yang mengundang semua orang untuk terlibat dan menjamin bahwa keterlibatan sekecil apapun tidak akan pernah sia-sia. Di sinilah mulai harapan yang sebenarnya, ketika semua merasa terpanggil dan perlu bekerja untuk mencapai tujuan. Hal ini tidak berarti bahwa Obama tidak memiliki kemampuan strategis. Obama menunjukkan kesiapan kerja dan konsepnya dengan menunjuk orang-orang yang berkaliber internasional di bidangnya untuk mengubah paradigma lama pemerintahan dan kekuasaan di Amerika menjadi paradigma baru yang mengundang keterlibatan dan kebersamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Obama telah membuat orang kembali berani berharap, karena dia telah menunjukkan sebuah paradigma baru kepemimpinan yang benar-benar menjadikan pengalaman buruk di masa lalu menjadi alasan untuk menciptakan perubahan bersama dengan semua orang, baik kawan maupun lawan. Obama telah berhasil menciptakan keadaan untuk kembali berani berharap bagi rakyat amerika dan masyarakat dunia. Obama adalah pemimpin yang telah menjadi menginspirasi generasi ini untuk kembali bangkit dan menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik. Inagurasi Obama sebagai Presiden Amerika seharusnya juga dipahami sebagai sebuah inagurasi bagi keterlibatan dan kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik yang lebih manusiawi, baik dilakukan oleh negara, para pemimpin, maupun individu-individu. Obama adalah semangat baru bagi dunia. Semangat itu akan berguna jika masing-masing memberikan keterlibatannya secara positif, dan bukannya ketika semua terlalu berharap saja atau menghujat pada akhirnya. Obama adalah simbol dan inspirasi, sedangkan kitalah pelaku yang sesungguhnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=121&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/20/selamat-bekerja-mr-president/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>terorist vs terorist?</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/06/terorist-vs-terorist/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/06/terorist-vs-terorist/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 12:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhir tahun]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[bush]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dubai]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[fundamentalisme]]></category>
		<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[garis keras]]></category>
		<category><![CDATA[hamas]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[interreligius]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[jalur gaza]]></category>
		<category><![CDATA[kapten]]></category>
		<category><![CDATA[kbri]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[keras]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[middle east]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[pbb]]></category>
		<category><![CDATA[pds]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[ppi]]></category>
		<category><![CDATA[senjata]]></category>
		<category><![CDATA[separatis]]></category>
		<category><![CDATA[taat]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorist]]></category>
		<category><![CDATA[tki]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[perang israel palestina kembali mencuat menutup tahun sekaligus mengawali tahun. ini gambaran nyata tantangan kemanusiaan kita saat ini. ironi yang tergambar dari kepercayaan pada senjata daripada kepercayaan diplomasi. siapa yang salah? dua-duanya salah kalau sudah begini. teroris vs teroris. rakyat yang jadi korban. wanita dan anak-anak yang tak ikut menentukan kebijakan politik negaranya. israel belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=113&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">perang israel palestina kembali mencuat menutup tahun sekaligus mengawali tahun. ini gambaran nyata tantangan kemanusiaan kita saat ini. ironi yang tergambar dari kepercayaan pada senjata daripada kepercayaan diplomasi. siapa yang salah? dua-duanya salah kalau sudah begini. teroris vs teroris. rakyat yang jadi korban. wanita dan anak-anak yang tak ikut menentukan kebijakan politik negaranya. israel belum nampak mau mengalah tanpa jaminan bahwa hamas tak akan meroket wilayah israel lagi. tekanan dan himbauan dari berbagai negara nampaknya masih sulit mempengaruhi proses gencatan senjata. menteri luar negeri israel berkali-kali mengatakan bahwa tindakan ini merupakan perang melawan teror (dari hamas). tidak akan berhenti sebelum wilayah hamas yang diyakini menumpuk banyak roket di wilayah padat penduduk di Palestina dikalahkan, sehingga ada jaminan mereka tak lagi meroket wilayah israel (yang juga menewaskan wanita dan anak-anak, karena diluncurkan ke wilayah yang acak). dua-duanya sama-sama keras dan sama-sama punya alasan. di satu pihak israel mengatakan ini tindakan pembelaan diri, dan tujuannya bukan membunuh rakyat palestina, tetapi persoalannya hamas berada di tengah-tengah rakyat dan didasarkan pada dukungan masyarakat, sehingga korban sipil tak bisa dihindarkan. siapa juga yang mau menerima roket hamas tiba-tiba? siapa yang mau menerima ancaman bom bunuh diri setiap kali? dari sisi ini wajar israel membela diri. tapi apakah harus dengan membunuh 500 lebih manusia? tindakan israel bisa dimengerti, tetapi tidak bisa dibenarkan. israel melanggar kemanusiaan, karena membunuh banyak manusia. satu manusia matipun tidak boleh terjadi, apalagi ratusan dari mereka yang tak tahu menahu tentang politik. garis keras lawan garis keras. teroris lawan teroris. inilah akibat dari negara yang diperintah oleh orang-orang yang masih mengagungkan senjata, baik hamas maupun israel. bisa juga terjadi di negara manapun. israel tak boleh menghabisi nyawa orang dengan alasan melindungi nyawa penduduknya. hamas tak boleh dibiarkan di atas angin, karena mereka berjuang juga dengan mengandalkan roket yang dilempar secara acak. itu juga bukan solusi. siapa yang kita bela sekarang? bukan hamas dan bukan pemerintah israel. negara-negara dunia telah menyerukan dan memberi tekanan, tetapi juga susah mengakhirinya. sekali lagi rakyat tak berdosa, dimana-mana selalu jadi korban ganasnya militer yang dipakai oleh mereka yang berpandangan sempit dan mau gampang menyelesaikan masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">simpati diberikan kepada rakyat palestina sekaligus rakyat israel. karena simpati diberikan kepada kemanusiaan. bukan kepada hamas dan bukan kepada pemerintah israel. apapun alasannya pembunuhan bukanlah solusi. sikap arogan israel tak boleh dibiarkan. aksi militer harus dihentikan agar tak terjadi korban lebih banyak. tetapi kita juga perlu menekan bukan saja israel melainkan juga hamas, yang selama ini seolah didiamkan saja melakukan teror roketnya.</p>
<p style="text-align:justify;">kemana arah demonstrasi kita soal masalah ini? demo-demo jalanan kita tak boleh berat sebelah. demo-demo jalanan kita tak boleh menebar kebencian kepada pihak manapun, karena mereka (palestina dan israel) juga manusia. kita berdemo melawan arogansi dan mempermalukan para pengambil keputusan yang begitu saja mengabaikan rakyat kecil. hamas bersalah, begitu juga israel. jangan robek bendera manapun. itu bukan solusi bagi konflik. itu hanya akan menyebarkan kebencian di tempat berbeda. protes anti kebijakan israel tidak boleh menjadi sikap antisemitis. melawan teror hamas juga jangan sampai menjadi ekspresi bernuansa islamphobia. jangan lawan kekerasan dengan kekerasan. tujuan yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik pula. bisakah kita menekan israel sama juga menekan hamas untuk tidak berbuat brutal apapun alasannya? mengapa penduduk dijadikan tameng? mengapa mereka meluncurkan roket dari tempat2 yang padat penduduk? bukan lagi jamannya mengandalkan senjata. media bisa mempengaruhi opini internasional. eropa telah berubah wacana politiknya. dunia arab juga tidak lagi seperti dulu. timur tengah berubah konstelasi politiknya. kekuasaan di amerika juga telah berubah warnanya. negara-negara asia telah dewasa dan tidak lagi mudah dijadikan boneka. semua sudah berubah. cara melihat manusia dan perbedaan harus berubah. harus menjadi lebih manusiawi. alasan ideologi atau agama tidak bisa digunakan untuk menghabisi manusia lainnya. ideologi dan agama harus menjadi kekuatan konstruktif bukan destruktif. dunia ini milik bersama. demonstrasi kita di jalan-jalan tidak boleh sekedar berpihak sebelah. kita perlu sebuah demonstrasi jalanan yang mampu menggerakkan hati nurani bukan kebencian. kita membenci teror, jangan kita gunakan kata-kata yang meneror. kita benci terorist, maka jangan kita menjadi terorist. kita tak bisa benarkan cara keras israel dan juga hamas. cara keras itu adalah cara terorist. susah memang jika mentalitas terorist merasuk ke pucuk pimpinan &#8230;. dan menebarkan kebencian di kalangan rakyatnya. jadikan moment demonstrasi jalanan kita bukan untuk meniru sikap-sikap itu. tujuan kita demi kemanusiaan di muka bumi ini. jangan ada lagi perang dan pertumpahan darah untuk alasan apapun. &#8230;. dalam hal palestina dan israel, bukan segampang itu untuk menentukan keberpihakan. susah memang ketika keduanya garis keras dan menggunakan cara-cara teror yang militeristik &#8230;. masa sih membela manusia harus dengan cara menghabisi nyawa manusia lainnya? &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=113&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/06/terorist-vs-terorist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>memutus mata rantai</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/05/memutus-mata-rantai/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/05/memutus-mata-rantai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 00:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[anti violence]]></category>
		<category><![CDATA[banser]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[garis]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[hamas]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[jalur gaza]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan berani mati]]></category>
		<category><![CDATA[roket]]></category>
		<category><![CDATA[rudal]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<category><![CDATA[sukarelawan]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga medis]]></category>
		<category><![CDATA[violence]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[serangan israel menggunakan alasan dalam rangka menghentikan serangan roket hamas. hamas pun tak kalah menanggapi bahwa serangan roket hamas ke israel sekedar untuk membalaskan kesewenang-wenangan israel yang menekan kepentingan palestina. siapa orang yang duduk di pemerintahan israel? siapa anggota hamas? kalau dirunut dan dibaca ulang sejarah permusuhan itu memang masalahnya tak segampang diselesaikan dengan mengirimkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=106&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">serangan israel menggunakan alasan dalam rangka menghentikan serangan roket hamas. hamas pun tak kalah menanggapi bahwa serangan roket hamas ke israel sekedar untuk membalaskan kesewenang-wenangan israel yang menekan kepentingan palestina. siapa orang yang duduk di pemerintahan israel? siapa anggota hamas? kalau dirunut dan dibaca ulang sejarah permusuhan itu memang masalahnya tak segampang diselesaikan dengan mengirimkan pejuang sukarela ke sana. kompleksitas permasalahan yang perlu secara arif diselesaikan. indonesia perlu ikut membantu dalam penyelesaian konflik israel palestina bersama dengan negara asean lainnya atau juga negara-negara yang tergabung dengan non blok. perlu kepala dingin dan informasi yang akurat dan proporsional, adil, serta bertujuan untuk mencari solusi terbaik. jangan sampai pula persoalan mereka kita transfer ke dalam negeri dengan diwarnai kesalahpahaman. bagaimanapun israel keterlaluan, menewaskan warga sipil (wanita dan anak-anak) yang tak berdosa dan tak tahu politik macam-macam. tetapi hamas juga seharusnya tak melanjutkan aksi serangan roket yang tak sedikit kali terjadi. israel memang berhak melindungi warganya dari serangan roket hamas, tetapi bukan dengan cara menewaskan 500 orang lebih sebagai gantinya. kemanusiaan adalah sama. siapapun yang tewas, harus disesali. memang ada strategi keji juga yang dilakukan kelompok hamas, yang meluncurkan roket dan menyimpan roket dari tempat-tempat yang padat penduduk, sehingga ketika dibalas, maka daerah padat penduduk itu terkena balasan akhirnya. persoalan tak akan selesai dengan melempar roket dan rudal. lalu bagaimana peran kita sebagai bangsa?</p>
<p style="text-align:justify;">sudah saatnya kita bersatu atas nama kemanusiaan. mereaksi apapun yang dilakukan penguasa atau kelompok manapun yang merugikan kemanusiaan dan mengorbankan orang-orang tak berdosa. politik kekuasaan yang disertai dengan pengkaitan pada dasar-dasar religius dan sejarah masa lalu merupakan sebuah ledakan kebencian terhadap yang lain secara luar biasa. kita sebagai bangsa yang manusiawi tidak boleh berdiam diri. semua agama, semua kelompok dan pemerintah indonesia harus menekan kedua belah pihak untuk tidak meneruskan penyerangan dan pembalasan. mengirim pasukan berani mati bukanlah pilihan yang tepat (menurut pendapat saya pribadi). sangat tepat memang melalui agenda bantuan kemanusiaan (makanan dan obat-obatan). tetapi yang penting adalah secepatnya menekan kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan dan saling berjanji tidak memulai penyerangan. logika kekerasan tak boleh dilanggengkan. memang susah untuk mengandaikan ada pihak yang mau mendahului memutuskan mata rantai kekerasan ini. semua ingin menang dan pantang menyerah.</p>
<p style="text-align:justify;">semoga krisis ini tidak dipergunakan oleh kelompok dan partai politik untuk merebut simpati masyarakat menjelang pemilu 2009. karena jika itu terjadi, sangatlah kejinya kita yang melakukan itu. menggunakan kemalangan orang lain untuk mencari peluang bagi kemenangan kepentingan kita sendiri. caranya bagaimana? tunjukkan adanya kerjasama seluruh bangsa untuk memberi tekanan kepada israel dan palestina secara bersamaan mengakhiri kontak senjata dan duduk ke meja perundingan. solidaritas kita juga kiranya tidak mengkaitkan begitu saja dengan isu dan sentimen keagamaan. kematian ratusan orang dari keduabelah pihak, harus dihentikan. mari kita semua, dari berbagai latar belakang sosial dan agama, &#8230; membantu setiap perjuangan kemanusiaan &#8230; terutama krisis israel dan palestina, dengan cara-cara yang mulia dan menghindari anarkisme jalanan. kita semua bersedih, di akhir tahun dan awal tahun ada ratusan orang wafat akibat senjata yang bicara. senjata tak akan pernah mengubah dunia lebih baik, karena senjata hanya bisa merusaknya. umat beragama di indonesia perlu menyerukan perdamaian, berdoa untuk perdamaian, dan saling membantu secara finansial di masa-masa sulit semacam ini. krisis kemanusiaan dengan banyak korban berjatuhan di gaza merupakan kesedihan semua pihak dan kita wajib mencegahnya. minimal dengan tidak sekedar memahaminya secara sektarian, primordial dan atas nama kelompok saja. kita semua perlu bersatu menekan semua pihak yang bertikai untuk tidak seenaknya saja menewaskan warga sipil yang harus dilindungi. tidak sekedar di palestina dan israel yang jauh di sana, melainkan di indonesia &#8230;. jangan ada juga kekerasan yang muncul atas alasan apapun. kita putuskan lingkaran setan kebencian. kita putuskan lingkaran setan kekerasan. kita mulai dari lingkungan indonesia kita tercinta. jangan bersolidaritas di sana dengan cara menyakiti orang di sini. karena kita bukan membenci siapanya, melainkan apa yang mereka perbuat, yaitu sikap-sikap kekerasan yang melukai dan menewaskan orang lain. persoalan israel dan palestina adalah persoalan politik. agama-agama seharusnya mengambil peran untuk menyelesaikannya secara damai. kita sebagai bangsa beragama, seharusnya pula maju bersama membela kemanusiaan dan menekan siapapun yang tidak semena-mena di muka bumi ini. israel dan hamas, terjebak menyuarakan kepentingan sempitnya sendiri secara politis, tetapi tidak berusaha berbuat untuk kemanusiaan dengan cara damai. sebagai bangsa indonesia, tak semestinya kita tersulut emosi kita mendengarnya. simpati dan solidaritas bukanlah emosi dan marah. hand in hand for peace &#8230;. itu tujuan kita bersama untuk dunia. mari bersolidaritas dengan cara benar, simpatik, dan tak menggunakan cara-cara kekerasan apapun itu. menggalang solidaritas antar pemeluk beragama di indonesia bagi penyelesaian konflik israel dan palestina. konsep apa yang bisa kita sampaikan untuk penyelesaian kasus itu &#8230; lobby pemerintah indonesia yang harus melihat kedua sisi dari pertikaian tersebut. &#8230; memang sangatlah berbahaya bila fundamentalisme keyakinan bergabung dengan kepentingan politik dan berkomunikasi dengan cara-cara bersenjata. &#8230;. mereka yang tak berdosa, bisa dipastikan sebagai korban-korban segarnya setiap saat. mari kita putus mata rantai kekerasan &#8230;. inilah panggilan sesungguhnya keagamaan dan spiritualitas kita bagi dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=106&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2009/01/05/memutus-mata-rantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>natal n tahun baru</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/27/natal-n-tahun-baru/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/27/natal-n-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 12:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[budha]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[etnis]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[interfaith]]></category>
		<category><![CDATA[interfidei]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[umat]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[haru dan syukur mendengar berita natal di tanah air. semua berjalan lancar dan aman. bahkan media sengaja mengekspos beberapa peristiwa kecil tetapi memiliki nilai besar dan dalam. ada hiburan musik qasidah di acara natal (di menado). di papua para pemudi/pemuda masjid membagikan bunga ucapan selamat dan tanda simpati kepada anggota jemaat yang hendak memasuki gereja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=104&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">haru dan syukur mendengar berita natal di tanah air. semua berjalan lancar dan aman. bahkan media sengaja mengekspos beberapa peristiwa kecil tetapi memiliki nilai besar dan dalam. ada hiburan musik qasidah di acara natal (di menado). di papua para pemudi/pemuda masjid membagikan bunga ucapan selamat dan tanda simpati kepada anggota jemaat yang hendak memasuki gereja untuk beribadah. selain polisi dan tentara yang terlibat dalam pengamanan, juga jangan lupa, ada berita tentang para pemuda masjid yang ikut menjaga lingkungan sekitar gereja dan penyelenggaraan ibadah. presiden yudoyono berkunjung ke perayaan natal di menado. presiden juga melakukan teleconference dengan jemaat di sumatra utara. di bali jemaat berbaur bersama dengan para turis merayakan natal bersama dengan menggunakan liturgi bernuansa etnik. banyak tempat di jawa juga melakukan hal yang sama. semoga saja ini semua tanda munculnya kesadaran yang tulus dari kita semua sebagai anak bangsa untuk tidak lagi berpikiran primordialis yang menebalkan kotak-kotak batas, melainkan sebagai lebih menghayati kebersamaan sebagai bangsa. berbagi kasih berbagi kebersamaan. hanya bersama-sama dengan yang lain maka harapan akan perubahan hidup menjadi lebih baik akan terlaksana. kita capai dan putus asa terhadap semua bentuk konflik. kita mulai tahun baru dengan tahun yang lebih bijak dan berkeinginan untuk kerjasama dengan yang lain. terima kasih saudara-saudaraku, terima kasih teman-teman sebangsa dan setanah air. orang mulai sadar sekarang, setelah perjalanan panjang berdarah-darah, bahwa damai itu bukan sekedar indah, tetapi wajib dipelihara jika kita ingin sejahtera dan berharkat sebagai manusia. perbedaan adalah berkah, karena dengan berbeda maka kita bisa melihat diri kita dengan mata orang lain. apa yang perlu ditakutkan dari sebuah perbedaan? tidak ada. selama kita sepakat bahwa kita saling menghargai dan saling berusaha memahami, mendengar, serta menjaga kepentingan satu dan yang lain. jika TUHAN membiarkan adanya agama yang bermacam-macam, pasti DIA memiliki maksud atas semua ini. tahun baru ke depan ini rasanya memerlukan perjuangan lebih keras lagi. perjuangan bagi agenda perdamaian. tidak ada yang tidak bisa kita lakukan sebagai bangsa. indonesia bukanlah bangsa yang kecil. benar jika dikatakan bahwa indonesia terlalu kaya untuk miskin. artinya kemiskinan adalah sebuah ironi di indonesia. seharusnya tidak boleh ada orang miskin di negara sekaya negara dan tanah air kita, indonesia. asal saja masing-masing sepakat, kita tidak akan meniadakan perbedaan. kita akan melihat perbedaan sebagai asset dan starting point untuk melangkah bersama. kerjasama adalah tujuan kita. kalau ada hal yang tidak benar atau dianggap mengancam, kita bisa selesaikan dengan berdialog secara damai. perbedaan ajaran bahkan juga bisa ditanyakan, kenapa begini dan kenapa begitu. ada banyak simbol yang tidak mungkin kita ketahui tanpa menanyakan dan mendengarkan jawaban secara tenang dan arif. inilah indonesia. syukur dan haru. di natal ini kita berbagi kasih. di natal ini kita menunjukkan ketenangan dan kerjasama simpatik. terima kasih, jika kita semua sadar bahwa kita harus bersama-sama mengusir ketakutan terhadap yang lain. ketakutan dan salah paham akan hilang dengan sendirinya jika kita bergaul dengan yang lain. bergaul setiap harinya, bergaul dengan apa adanya, bergaul tanpa mudah marah. natal sekali lagi mengingatkan kita bahwa TUHAN bersama kita. Dia bersama dengan semua orang. Dia mengasihi semua orang. kita seharusnya mewujudkan cinta itu di tengah-tengah dunia ini. mari kita berjuang untuk itu secara damai. semua orang adalah sahabat, semua agama adalah teman untuk semakin memahami rancangan-NYA. selamat natal dan tahun baru. kita wujudkan berbagi kasih di masa depan ini &#8230;. peace.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=104&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/27/natal-n-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahma, gak perlu hengkang</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/24/rahma-gak-perlu-hengkang-ke-luar/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/24/rahma-gak-perlu-hengkang-ke-luar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 11:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[ayu]]></category>
		<category><![CDATA[ayu azhari]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[heboh]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[mandi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[naked]]></category>
		<category><![CDATA[nude]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[rahma]]></category>
		<category><![CDATA[rahma azhari]]></category>
		<category><![CDATA[rama]]></category>
		<category><![CDATA[sarah]]></category>
		<category><![CDATA[sarah azhari]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[bisa kebayang bagaimana perasaan kalian. orang bilang kalian cari sensasi. ah itu teori lama, kenapa masih aja diungkit ke situ. terlalu menyederhanakan masalah orang yang mengatakan itu. gak semua bisa dikenakan anggapan cari sensasi. meski memang udah dipastikan pamor ketenaran kalian akan naik lagi setelah lama tak terdengar. tapi persoalannya, masalah semacam ini bukan masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=100&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">bisa kebayang bagaimana perasaan kalian. orang bilang kalian cari sensasi. ah itu teori lama, kenapa masih aja diungkit ke situ. terlalu menyederhanakan masalah orang yang mengatakan itu. gak semua bisa dikenakan anggapan cari sensasi. meski memang udah dipastikan pamor ketenaran kalian akan naik lagi setelah lama tak terdengar. tapi persoalannya, masalah semacam ini bukan masalah kalian aja. ada banyak kasus dimana orang jail dan iseng menyebarkan foto-foto pribadi orang lain. ada yang sengaja masuk ke komputer orang lain dan download yang sekiranya bisa bikin heboh masyarakat. terus disebarin. ada yang ngambil face orang di friendster terus digabungin ma badan bugil milik orang lain. terus disebarin. intinya khan bukan kalian yang bugil, toh itu untuk disimpan sendiri. apa orang gak lagi punya kebebasan bereksperimen foto dengan kecantikan sendiri? bugil itu indah, apalagi secantik kalian. pede aja lagi. tapi yang jadi masalah disini lebih kepada dua hal utama: (1) masyarakat kita yang &#8220;sok suci&#8221; (2) dan tabiat iseng atau usilnya sebagian besar bangsa ini. Maaf, &#8220;sok suci&#8221; menurutku masih lebih halus daripada sebutan munafik, hehe. menghujat kalian, tapi nyatanya nge-klik juga dan browsing, mau liat. terus untuk menutupi kesalahannya, mereka melemparkan hujatan dan seruan untuk tobat. inilah taraf kita sekarang. soal iseng? banyak lah contoh. apalagi foto bugil diisengin, &#8230; ada yang telpon petugas hotel dan bilang kalo sebentar lagi bom meledak. duh bener khan &#8230; polisi kalang kabut, hotel dikosongkan, eee ternyata itu semua kerjaan orang iseng. terus masih ada lagi lainnya, iseng nelpon-nelpon ke nomor acak dan ngomong apapun yang buat orang takut. ini pernah aku alami sendiri, telpon ke rumah, entar darimana dapat informasi telpon rumah, ngaku ajudan jendral di jakarta dan berlagak memeras meminta transfer uang alasan tunggakan rekening telpon. duh &#8230;. kriminal ngatasnamain jendral. istriku takut, tapi aku bilang kita tunggu aja selanjutnya, baru lapor polisi kalo udah keterlaluan. untungnya si penelepon gak muncul lagi. bentuk lain, ada yang iseng &#8220;bajak&#8221; friendster atau facebook orang, terus diembel2in kata &#8220;jablay&#8221; atau &#8220;perek&#8221; (padahal mereka yang dipakai datanya itu orang baik-baik semua). tapi data mereka dipakai untuk muasin rasa iseng dan menghancurkan nama baik. masih diembel2in no HP gak tau punya sapa. ini lah masalahnya, kita masih belajar menggunakan tehnologi. ada euphoria &#8230; semua dipakai untuk sebarin kejelekan orang. iseng, iseng, iseng. suatu ketika nanti kita juga pasti akan berubah, bosan dengan hal-hal begini.</p>
<p style="text-align:justify;">rahma dan sarah &#8230; gak perlu hengkang ke luar negeri. biar saja. lapor aja ke polisi. bukan kalian yang kriminal. kalian hanya mengekspos tubuh untuk kepentingan sendiri, bukan untuk disebarluaskan bukan? itu hak kalian dengan tubuh cantik itu. tetapi yang seharusnya ditegakkan adalah hukum. polisi harus ungkap pengedar foto dan motifnya. karena bukan saja menimbulkan keresahan buat kalian berdua, tetapi buat masyarakat. selama kalian tidak memperdagangkan foto itu di dalam wilayah hukum indonesia, kenapa kalian takut? ingat foto &#8220;madam syuga&#8221; dulu? ingat juga kasus &#8220;intip kamar ganti&#8221;? itu selalu akan terjadi. banyak kerentanan di dunia maya, orang bisa keluar masuk dan curi data lalu disebar. itulah &#8230;. kita masih belajar bijaksana dalam menggunakan tehnologi komunikasi. tidak hanya di indonesia kok, di luar negeri juga lebih banyak kasus lagi &#8230; orang iseng dan sebarin data yang bukan miliknya. tetapi di luar negeri, masyarakatnya tidak &#8220;judgemental&#8221; seperti masyarakat kita. masyarakat luar negeri (barat terutama) lebih memperbaiki aspek hukumnya. mereka melindungi kebebasan setiap orang asalkan tidak melanggar kebebasan orang lain. ini tantangan hukum positif kita. penegak hukum jangan juga terjebak pada opini judgemental masyarakat, melainkan harus jelas memilah-milah, mana yang kriminal dan mana korban yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">sebagai penutup &#8230; saya kira kalian gak perlu pindah. justru foto2 itu bisa jadi kasus pembelajaran masyarakat. dan yang penting, memang semua udah terlanjur &#8230; udahlah tetap aja di indonesia dan berkarya, mendewasakan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. ok? kalian cantik-cantik &#8230; berbanggalah dengan karunia tubuh indah itu. lain kali ati-ati ya &#8230; jangan sampai ada foto lagi yang beredar &#8230; ntar nangis lagi dong &#8230;. (becanda) &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=100&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/24/rahma-gak-perlu-hengkang-ke-luar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>golputer? maybe &#8230;</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/05/golputer-maybe/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/05/golputer-maybe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 11:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[hamengkubuwono X]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[raja]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[laskar]]></category>
		<category><![CDATA[pelangi nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[think tank]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan umum]]></category>
		<category><![CDATA[kesatuan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>
		<category><![CDATA[konvensi]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[calon presiden]]></category>
		<category><![CDATA[partai besar]]></category>
		<category><![CDATA[partai kecil]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Sultan susah jadi Capres di 2009 karena belum ada partai politik besar yang mendukung. Wah, fenomena apa ini? &#8230; alasannya harus ada persyaratan harus diajukan parpol besar. padahal parpol besar sudah memiliki calon sendiri. nah kalo rakyat pengen ganti presiden? nah ini dia persoalannya. capres harus bisa menjadi bagian dari partai besar. karena yang mencalonkan khan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=97&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sultan susah jadi Capres di 2009 karena belum ada partai politik besar yang mendukung. Wah, fenomena apa ini? &#8230; alasannya harus ada persyaratan harus diajukan parpol besar. padahal parpol besar sudah memiliki calon sendiri. nah kalo rakyat pengen ganti presiden? nah ini dia persoalannya. capres harus bisa menjadi bagian dari partai besar. karena yang mencalonkan khan mereka yang memenuhi syarat prosentasi, yaitu mereka yang disebut partai besar. gemuklah &#8230; (padahal kita tahu besar dan gemuk belum tentu sehat khan). keliatannya sepele, &#8230; ya udah kalo gitu capres-capres masuk aja partai besar. nah, &#8230; mana mungkin kalo parpol besar sudah punya calon sendiri. lalu apa mungkin parpol besar mau ngalah dengan capres yang idealis yang ingin membangun bangsa dengan sikap yang lebih tegas lagi. atau presidennya lebih memberi wadah kebebasan bagi ekspresi perbedaan, &#8230; atau jika ada tawaran untuk mengungkap semua &#8220;penjahat kelas kakap, sang koruptor yang bergelimang kemewahan dan kenikmatan di tengah-tengah masyarakat yang hidup enggap mati tak mau ini&#8221;. resiko anti kemapanan pasti sudah diantisipasi oleh mereka yang sedang berada di jenjang kemapanan. susahnya, mereka yang mapan itulah yang punya kesempatan untuk membuat aturan dan membuat Undang-Undang. mana mau mereka ini membuat UU yang mengancam kemapanan mereka sendiri. pastilah ada aja cara dan kalimatnya untuk mempertahankan posisi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">kalo rakyat gak mau? benar &#8230; itulah yang seharusnya terjadi di negara demokrasi, yang percaya pada suara rakyat. kalau rakyat gak mau lagi dengan kondisi ini, maka rakyat seharusnya tidak lagi berpihak kepada mereka yang mapan dan sedang mempertahankan kemapanannya. karena toh udah terbukti janji mereka palsu. perjalanan tersendat, keburu banyak yang bunuh diri &#8230; karena dililit masalah sehari-hari. jika ini berubah, rakyat memang mendapatkan kesempatan di setiap 5 tahun dengan mekanisme pemilihan umum. tetapi ada syaratnya bagi perubahan itu, rakyat tidak termakan lagi janji partai besar yang sekarang ini sudah terbukti tidak menepati janji. calon yang diusung itu-itu aja dari kalangan mereka sendiri turun temurun. platform mereka sama, idealisme yang ditawarkan gak jauh berbeda. makanya wajar jika ada tingkat golput yang semakin naik prosentasinya. golput jangan buru2 dianggap salah dululah. golput juga bagian dari perpolitikan. bagi orang yang sedang terancam kemapanannya tadi pasti menganggap rakyat yang golput sebagai masalah besar yang harus diantisipasi dengan peraturan, ancaman, bujukan, atau bahkan ajaran yang dikait2kan dengan banyak hal. malah institusi yang seharusnya tidak bermain di ranah inipun ditarik, dikooptasi, dan dikondisikan untuk mengeluarkan statement yang mendukung status quo dari sisi manapun yang mungkin. &#8230; dikaitkan belum tentu terkait beneran. dan disinilah peranan rakyat yang harus pinter dan jeli. bisa memilah-milah dan menganalisis. institusi apapun di dunia ini khan memang masih terkontaminasi kepentingan kotor manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">golput seharusnya dibaca sebagai fenomena politik yang positif, dimana para &#8220;golputer&#8221; ini sedang mengcounter sikap tidak adilnya kelompok yang sedang berkuasa yang ingin melanggengkan kekuasaannya dengan memasuki mekanisme lima tahunan pemilu kita dan sekaligus mengagendakan harus menang. ya mereka ini tidak lain adalah para partai besar itu. merasa di atas angin pernah menang. nah disini justru golput itu menjadi sebuah simbol pertentangan terhadap status quo. mereka bukannya tidak mau berpartisipasi dan bertanggung jawab sebagai warga negara, tetapi bagaimana mau menyalurkan tanggung jawab kalau semua lubang ke arah sana tersumbat. akhirnya lahirlah keengganan untuk ikut pemilu. apa sikap ini apolitis dan salah? golput pun harus dipandang sebagai sebuah gerakan politis menentang sikap politis tertentu yang tidak mengakomodir kebutuhan dan harapan rakyat. golput adalah sikap diam, dimana tidak lagi ada yang bisa dilakukan. kalau memilih sesuatu tanpa tau kebenaran dan suara hati, itu justru yang tidak bertanggung jawab. saya bukan golput, saya masih melihat2 dulu partai mana yang mewakili harapan &#8230; kalau tidak ada, maka pilihan ke partai yang masih memberikan sedikit harapan (daripada tidak sama sekali), tapi kalo itupun tidak ada &#8230; yang golput pun &#8230; &#8220;not bad&#8221; -lah &#8230;. itu juga sikap politik khan?</p>
<p style="text-align:justify;">partai besar memang &#8220;tend to corrupt&#8221; karena mereka udah pernah menikmati nikmatnya kekuasaan dan berkuasa. wajar jika mereka ingin survive juga khan. tapi rakyat juga perlu perubahan yang cepat. lima tahun salah pilih berarti bisa kegagalan sekolah anak kita masuk perguruan tinggi (itung aja kalau anak kita sekarang masih kelas 3 SMP, terus pas dia masuk ke universitas, tidak ada subsidi lagi &#8230; lalu anak kita butuh biaya besar, sedangkan kita udah masuk pensiun atau malah terancam PHK. nah nggak bisa kita tidak kritis terhadap pemakaian suara kita di pemilu mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">kemungkinan koalisi bisa aja. tetapi koalisi juga bukan solusi nurani sebenarnya, soalnya sering koalisi hanya &#8220;kong kali kong&#8221; nya penguasa2 dari partai kecil untuk tidak melepaskan posisinya. kadang koalisi dilakukan dengan bersikap toleran terhadap apa yang sebenarnya bukan idealisme partai. prinsip daripada ketendang masuk jurang &#8230; mending nangkap akar sekenanya, yang penting masih gelantungan &#8230; (ini masih sering jadi alasan praktis koalisi di tingkat parlemen). buat sebuah idealisme dan nurani sih ok, masih bisa menyuarakan hati rakyat di tingkat parlemen, meski tidak berharap jadi keputusan akhir parlemen karena kalah voting. semoga aja ada sedikit pertimbangan ke sana.</p>
<p style="text-align:justify;">cara lain adalah sekarang ini saatnya partai kecil2 untuk menyuarakan lantang perjuangan mereka dalam bentuk aksi dan rencana strategis yang langsung bisa dibaca rakyat. bukan janji bensin murah beras murah, tapi misalnya aja 3 tahun setelah terpilih dan berkuasa, maka beras akan bertahan di harga sekian dengan pertimbangan alasan dan strategi demikian &#8230;. ini misalnya. jadi rakyat tidak sekedar diajak bermimpi tapi rakyat diajak merasionalkan mimpi itu dalama mencapainya. agar rakyat bisa menentukan keterlibatan dan partisipasinya di sektor tertentu. hal2 semacam ini perlu dilakukan oleh partai kecil &#8230; yaitu mengemas idealisme mereka untuk Indonesia dengan menunjukkan strategi dan cara meraih yang terukur dan transparan. partai kecil bisa jadi besar kok. potensi golput harus dikelola dan disalurkan. suara mereka ini merupakan tambang emas bagi partai kecil untuk mendulangnya. asalkan &#8230; mereka jelaskan visi dan strategi kesananya. biar rakyat tahu dimana harus bersikap, dimana harus berpartisipasi dan memberikan dukungan.</p>
<p style="text-align:justify;">ya &#8230; sekarang khan bukan lagi jamannya kucing dalam karung &#8230;. sekarang jamannya kucing garong. hehehe. agresiflah dikit untuk wujudkan kebaikan bersama, pasti banyak dukungan kok &#8230; percayalah.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=97&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/12/05/golputer-maybe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>duh, mas Tukul &#8230;</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/16/duh-mas-tukul/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/16/duh-mas-tukul/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 19:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA[4 mata]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[camera]]></category>
		<category><![CDATA[empat]]></category>
		<category><![CDATA[empat mata]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[four eyes]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kameramen]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[katak]]></category>
		<category><![CDATA[kesadisan]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[konyol]]></category>
		<category><![CDATA[KPI]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[membunuh]]></category>
		<category><![CDATA[moral]]></category>
		<category><![CDATA[mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[ngatini]]></category>
		<category><![CDATA[norma]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[sadis]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[siaran]]></category>
		<category><![CDATA[skenario]]></category>
		<category><![CDATA[streaming tv]]></category>
		<category><![CDATA[sumanto]]></category>
		<category><![CDATA[sutradara]]></category>
		<category><![CDATA[talk show]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[tim kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[trans 7]]></category>
		<category><![CDATA[Tukul]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>
		<category><![CDATA[vega]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[ bebas bukan berarti tidak terbatas. karena kebebasan seseorang atau kelompok tidak boleh membatasi (apalagi meniadakan) kebebasan orang atau kelompok lainnya. oleh karenanya diperlukan aturan bersama yang disepakai berdasarkan kompromi, kebijaksanaan, maksud baik, kesetaraan, tidak diskriminasi, serta bertujuan untuk kebaikan (yang bisa dipertanggungjawabkan dengan dasar-dasar universal kemanusiaan). oleh karena tidak ada yang boleh bebas tak terbatas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=85&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;"><a href="http://jumpalitan.files.wordpress.com/2008/11/picture-16.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-90" title="picture-16" src="http://jumpalitan.files.wordpress.com/2008/11/picture-16.jpg?w=134&#038;h=101" alt="picture-16" width="134" height="101" /></a> bebas bukan berarti tidak terbatas. karena kebebasan seseorang atau kelompok tidak boleh membatasi (apalagi meniadakan) kebebasan orang atau kelompok lainnya. oleh karenanya diperlukan aturan bersama yang disepakai berdasarkan kompromi, kebijaksanaan, maksud baik, kesetaraan, tidak diskriminasi, serta bertujuan untuk kebaikan (yang bisa dipertanggungjawabkan dengan dasar-dasar universal kemanusiaan). oleh karena tidak ada yang boleh bebas tak terbatas. inilah perlunya undang-undang, peraturan, dan payung hukum.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">&#8216;empat mata&#8217; mas Tukul memang tidak sepi dari kritik sejak awalnya. ketika dulu banyak yang protes karena pakaian mini yang dikenakan para wanita cantik di panggung serta aksi cipika-cipiki &#8230; pendapat positif masih mengimbangi protes dari mereka yang keberatan. sehingga masih bisalah dimaklumi &#8230; meski akhirnya mas Tukul dan tim kreatifnya cukup mengubah dan memodifikasi acara sedemikian rupa untuk menjadi lebih nyaman dan bisa ditonton oleh segala kalangan. it´s ok. maksud baik tim kreatif dan mas Tukul terbaca dengan baik. sehingga meskipun ada beberapa artis yang masih cipika-cipiki ke mas Tukul, toh tidak menjadi persoalan lagi, karena itu dilakukan tidak sesering dan sevulgar dulu. di sinilah kebebasan berekspresi tim kreatif dan mas Tukul dihargai tetapi dalam konteks tidak boleh membatasi kebebasan penonton yang ingin melihat performance yang lebih elegan, mengingat Indonesia khan majemuk, ada banyak kalangan, kelompok, kultur, serta latar belakang pendidikan. itu okelah &#8230; kebebasan penonton dan kebebasan mas Tukul memangharus dikompromikan. tayangan tidak boleh terlalu vulgar, tapi juga jangan kemudian sama sekali tidak ada cipika-cipiki dan pakaian yang agak longgar, selama itu tidak menggiring penonton ke pemikiran yang negatif. menempatkan semua itu dalam proporsi dan konteks acaranya. perlu juga kita melihat semua kejadian di panggung tadi sebagai sebuah proses yang mendewasakan dan &#8220;agar kita tidak terasing dari kemanusiaan kita sendiri&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">tetapi, sekarang ini mas Tukul dan &#8216;empat mata&#8217;-nya kembali kena masalah. dan sekarang ini rasanya banyak pihak yang tidak lagi bisa membelanya. karena memang fatal juga kalo dipikir-pikir &#8216;kekreatifannya&#8217;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">menurut saya, kalau kita melihat para tamu dan moderatornya satu persatu terlepas dari yang lain, rasanya gak ada kesalahan yang berarti. hadirnya Sumanto menurut saya, sah-sah saja. Sumanto juga dirindukan kemunculannya di publik karena memang dia pernah menjadi berita koran dan media elektronik. gempar karena dia dikenal dengan &#8216;si pemakan mayat&#8217;. meskipun menurut Sumanto hal itu bukanlah kelainan, melainkan sesuatu yang tidak umum (tidak biasa). bukan gila, bukan kelainan, &#8230; tapi &#8220;nggak umum&#8221;. begitu kilahnya dulu. menurut kriminolog yang juga dihadirkan di empat mata waktu itu, pak Meliala, dikatakan bahwa Sumanto dikenai pasal hukum karena dia dianggap kriminal ketika membuka kuburan dan mengambil mayat. apapun kesalahan Sumanto dulu atau bagaimanapun proses hukum yang dijalaninya, akhirnya toh sekarang Sumanto keliatan lebih &#8220;waras&#8221; dan bisa diajak ngobrol dengan logika jelas. ketika Vega bicara soal &#8220;makan tidak makan asal kumpul&#8221; maka Sumanto mengkritiknya secara spontan, seharusnya &#8220;kumpul tidak kumpul asal makan&#8221;. logika Sumanto menjadi jelas dan nalarnya bagus. begitu juga ketika ibu Lani memakan katak dan ikan hidup, maka Sumanto menunjukkan ekspresi tidak &#8220;enak&#8221;. bisa ditafsirkan Sumanto bisa menilai juga bahwa kejadian itu tidak pas sebenarnya untuk dilakukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">ibu Lina memang pemakan &#8220;katak dan ikan hidup&#8221; &#8230; begitu juga pak Kucing pemakan cindil (anak tikus). mungkin karena itulah dia dijulukin pak Kucing. entahlah. tetapi keduanya tidak bisa dikategorikan salah karena itu kebiasaan sosial yang berbeda dan tidak terkategori kriminal karena itu memang tidak merugikan manusia lainnya. apakah ibu Lina mau meneruskan &#8216;habit&#8217;-nya yang demikian itu? seperti yang ditanyakan mas Tukul kepadanya. dijawab oleh ibu Lina bahwa suatu saat dia ingin berhenti juga. artinya, benar seperti yang disampaikan pak Meliala, bahwa mungkin saja kebiasaan makan yang &#8216;nyleneh&#8217; (nggak umum) dari ibu Lina ini memang bisa saja muncul karena keadaan yang memaksanya demikian, yaitu karena faktor ekonomi, karena adanya keadaan dimana dia tidak bisa memilih cara lainnya, yang relatif lebih mahal untuknya. saya gak yakin, kalau ibu Lina masih akan memakan ikan mentah dan katak mentah, kalau di meja makan di depannya penuh dengan makanan enak yang sudah matang dan sehat. makan makanan mentah dari hewan hidup-hidup bukan saja dianggap sads tetapi juga penuh resiko. bukankah binatang itu juga bisa menyebarkan bakteri ke ibu Lina?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">tidak ada yang salah dari para tamu panggung itu. apalagi mendatangkan Sumanto didampingi oleh ketua pondok pesantren dimana dia tinggal. jelas itu justru positif bagi tontonan masyarakat kita. ini pandangan subyektif saya, tentative sifatnya, silakan dikritik kalau salah dan nggak pas. kenapa saya katakan sebagai tontonan positif (meskipun kita tahu tindakan Sumanto membongkar kuburan dan memakan mayatnya mendatangkan hukuman penjara baginya) karena ini merupakan sebuah pendidikan, kegiatan penyadaran. sejahat dan sesalah apapun orang dimasa lalu, kalau sudah bertobat, selesai menjalani masa hukuman, dan sudah terjun ke masyarakat, seharusnya juga bisa diterima kembali secara bertahap oleh masyarakat. salut dan penghargaan setinggi-tingginya buat pak Supono dari pondok pesantren yang telah mendidik dan menerima Sumanto, hingga dia bisa menghafal ayat untuk dikumandangkan. saya merinding dan takjub. Sumanto yang dulu dan Sumanto yang sekarang. teman-teman dan pengurus pesantren telah membuatnya berubah. mereka rela menerima Sumanto yang sebelumnya ditolak oleh masyarakat kampungnya karena takut perilakunya akan kambuh dan membahayakan orang lain. sekali lagi pengurus pesantren telah menunjukkan misi damai dan kelapangan hati menerima dan mendidik Sumanto. itulah ajaran agama yang dipahami dengan sebenar-benarnya, ketika ia menghargainya sebagai sesama manusia dan mahluk ciptaan TUHAN serta memperlakukannya dengan cara yang layak, manusiawi dan berpengharapan. sekali lagi salut dan luar biasa. keluarga besar Sumanto, yang diwakili ibunya, nampak juga sangat lega dan bisa kembali bangkit dari mimpi buruk masa lalu ketika Sumanto dihujat dan dimaki-maki orang. teror sosial telah menjadi berkah baru dan harapan di masa kini, berkat banyak orang yang perhatian kepada Sumanto.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">hingga di sini, tontonan empat mata sih oke-oke saja. tetapi kemudian persoalan muncul ketika &#8220;makan binatang hidup-hidup itu didemonstrasikan di atas panggung yang di-shoot dan fokus pada obyek katak yang digigit, dirobek-robek badannya oleh tangan ibu Lina, begitu juga si ikan yang dipatahkan dan dikoyak-koyak dengan gigi dan tangan. duhhhhhhhhh &#8230;. ampun mak. bukan saja jijik, tapi memunculkan kesadisan dalam sebuah skenario hiburan publik dan live. memang bukan kriminal karena tidak dianggap mengancam keselamatan orang lain. tetapi bukankah kesadisan yang diekspos dan direncanakan dalam format hiburan komedi semacam ini bukan sebuah ironi yang tragis dan kesadisan yang seharusnya tak boleh ditunjukkan. disinilah kekreatifan tim kreatif itu menjadi bencana bukan saja bagi mereka tetapi bagi empat mata dan penggemarnya. kekreatifan yang diluar batas toleransi. karena ini bisa menimbulkan masalah baru yang melegalkan kekerasan terhadap hewan-hewan yang tak berdaya. kreatifnya tak kira-kira, dan sangat melebihi batas. &#8220;mas Tukul, kenapa sampeyan diam saja dan maju saja menerima ide kreatif semacam ini?&#8221; ini yang saya heran tak habis-habisnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">tidakkah tim kreatif yang berpendidikan tinggi seharusnya juga jeli melihat apa yang berkembang dan ingin dikembangkan sebagai salah satu karakter masyarakat beradab? anti kekerasan, baik kepada manusia dan hewan (lingkungan). banyak orang yang berhenti makan daging dan memilih menjadi &#8220;vegetarian&#8221; karena mereka ingin mengubah cara hidupnya, &#8230; kenyang dengan sebelumnya menghilangkan nyawa dan hak hidup binatang. binatangpun dianggap punya hak hidup, hak untuk tidak mendapat rasa takut, hak untuk dilindungi, dan hak untuk dikasihi sebagai bagian dari mahluk yang menghuni bumi ini. binatang oleh para &#8220;vegetarian&#8221; bukanlah makanan, melainkan teman hidup yang bisa berbagi inspirasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">tidakkah tim kreatif &#8216;empat mata&#8217; jeli dan peka dengan apa yang sekarang ini menjadi kritik masyarakat di berbagai belahan bumi, agar tidak lagi mengorbankan dan membunuh hewan untuk praktik biologi pelajar-pelajar kita, karena itu menimbulkan ketakutan, rasa sakit pada hewan. demikian juga bisa meningkatkan tingkat kesadisan anak. mulanya dari hewan, kemudian bisa jadi ke sesamanya di kemudian hari. ini harus dihindari dan diselesaikan sejak dini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">tidakkah tim kreatif itu juga melihat, bahwa banyak film-film yang sekarang ini dibuat, dengan disertai serifikat jaminan bahwa dalam selama persiapan, pembuatan hingga penyelesaian sebuah film tidak menyakiti dan membunuh hewan apapun. apalagi memperlakukannya secara sadis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">tontonan yang seharusnya mendidik menjadi tontonan yang sadis tayang. ironis dan sungguh tragis. disaat kita berusaha &#8220;beradab&#8221; dan ingin berefleksi atas kekerasan yang tak kunjung habis di tanah air ini, justru mendapatkan tontonan begitu itu. bukan saja tim kreatif yang seharusnya dikritik, tetapi juga mas Tukul yang menjadi master acara di sini. dia punya otoritas dan nurani, tapi tak dieksplisitkan dalam kasus ini. pimpinan siaran &#8230;. kenapa skenario semacam ini diloloskan? kameramen, kenapa justru &#8230; di shoot sedemikian jelas dan dramatik &#8230; seolah memaksa penonton untuk melihatnya, dengan memenuhi seluruh monitor TV. kenapa kru (termasuk Peppy, Vega, dll) &#8230; menimpalinya sebagai sebuah kelucuan. padahan penonton banyak yang jijik, tertegun heran karena skenario acara yang diluar batas rasa kemanusiaan terhadap hewan-hewan yang tak berdaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">sebagai realitas masing-masing tamu acara &#8230; bisa saja dipahami karena kondisi keterpaksaan mereka. tetapi ketika itu sudah dimasukkan dalam sebuah tontonan dan diatur secara sistematis &#8230; dalam panggung hiburan kita di televisi &#8230; duhhhh, ini seharusnya dipahami sebagai sebuah kasus yang mencoreng media kita. artinya, tanggung jawab sosial media kita belum sampai pada taraf dewasa. mereka, para pengelola media dan pemburu berita atau pembuat acara di media kita, sangat haus sensasi, haus kejar rating, tanpa orientasi edukasi yang jelas. tidak ada yang mendidik dari tontonan katak dan ikan yang dirobek-robek dan disayat hidup-hidup dengan gigi dan tangan. skenario dan kekreatifan tontonan yang sadis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">KPI &#8230; terima kasih. telah mengingatkan dunia hiburan kita. kali ini saya sepaham. karena mereka melakukan sebuah teguran keras bagi mereka pelaku hiburan yang tak menonjolkan sisi humanis (meski terhadap hewan sekalipun). hewan itu juga juga ciptaan TUHAN, yang bisa merasakan sakit, ada rasa takut, punya hak hidup, dan seharusnya dilindungi &#8230;. perilaku kita, sebagai masyarakat dan individu, perlu dikritik &#8230; (otokritik), &#8230; agar segera keluar dari kesadisan perilaku seperti sekarang ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">yuk kita hargai hidup &#8230;. dengan cara-cara yang menghidupi dan melindungi hidup. hidup itu tak bisa kita ciptakan. hidup dan nyawa itu &#8230; ciptaan Sang Ilahi. kasihilah sesama, kasihilah para binatang &#8230;. karena mereka juga berguna bagi kita dan mereka menjamin kelangsungan hidup kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=85&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/16/duh-mas-tukul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jumpalitan.files.wordpress.com/2008/11/picture-16.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">picture-16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;yes, we can!&#8221;</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/05/yes-we-can/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/05/yes-we-can/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 10:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA["yes]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[america]]></category>
		<category><![CDATA[bilateral]]></category>
		<category><![CDATA[bush]]></category>
		<category><![CDATA[capres 2009]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[john mc cain]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu amerika]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[president]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[we can!"]]></category>
		<category><![CDATA[yes we can]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Hans-Dietrich Genscher, mantan menteri luar negeri Jerman, dalam wawancara dengan N24 (salah satu stasiun TV Jerman) mengatakan bahwa kemenangan Obama adalah sebuah &#8220;Kultur Revolution&#8221;. Tidak berlebihan pendapatnya mengingat bahwa Obama sendiri merupakan tokoh yang benar-benar mengejutkan banyak pihak tetapi sekaligus menghipnotis banyak kalangan untuk berpaling kepadanya. Empat tahun lalu Obama belum menjadi terkenal seperti sekarang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=83&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hans-Dietrich Genscher, mantan menteri luar negeri Jerman, dalam wawancara dengan N24 (salah satu stasiun TV Jerman) mengatakan bahwa kemenangan Obama adalah sebuah &#8220;Kultur Revolution&#8221;. Tidak berlebihan pendapatnya mengingat bahwa Obama sendiri merupakan tokoh yang benar-benar mengejutkan banyak pihak tetapi sekaligus menghipnotis banyak kalangan untuk berpaling kepadanya. Empat tahun lalu Obama belum menjadi terkenal seperti sekarang. Pengalaman Interkulturalnya juga tidak teragukan. Anak dari Ayah Kenya dan Ibu Kansas ini juga pernah memiliki pengalaman sekolah di Jakarta 4 tahun. Dia pernah dibesarkan neneknya di Hawaii. Piawai bermain basket. Kuliah di Harvard jurusan Hukum, pernah menjadi pemimpin redaksi (kulit hitam pertama) di salah satu majalah hukum bergengsi di Amerika. Menjelang penutupan akhir pemilihan semalam, ada banyak liputan TV yang mengungkapkan latar belakang dan bagaimana komentar teman-temannya. Tidak hanya afrika amerika yang merasa bangga, terharu dan juga tidak percaya bahwa impian mereka lebih cepat terwujud dari pada apa yang mereka pikirkan. Tukang sepatu kulit hitam, sampai fans Obama di Afrika yang terdiri dari berbagai kalangan dan kelas sosial. Begitu juga wawancara dengan beberapa teman asianya menunjukkan bahwa Obama adalah pribadi yang baik, menyenangkan dan fokus dalam mencapai tujuan. Dia mampu meyakinkan rakyat Amerika yang tadinya ragu dan bahkan mungkin ada yang sini. Seorang wanita tua kulit putih dalam wawancara spontan di jalanan menyebutkan bahwa Obama susah menjadi presiden Amerika. &#8220;Bagaimana mungkin Obama bisa terpilih?&#8221; &#8220;Akankah White House berubah menjadi Black House?&#8221; Sebuah jawaban sinis yang tajam dan sangat kental diskriminasi ras. Tetapi itulah Amerika, semua bisa dan berhak berbicara dari perspektifnya. Di sisi lain, juga ditunjukkan bagaimana pendukung Mc Cain membawa tulisan-tulisan sinis di pinggir jalan, kemudian sebuah mobil dengan pengemudi wanita minggir ke arah mereka dan melambatkan mobilnya sambil menunjukkan ibu jarinya ke arah bawah gantian mengejek mereka. Tidak ada marah balasan, tidak ada pelototan, tidak ada lemparan batu dan kekerasan apapun. Mereka ketawa-ketawa aja meski pilihan politik mereka berbeda. Memang siapa menyangka bahwa salah satu impian Amerika telah menjadi kenyataan lebih cepat. Orang kulit hitam yang dianggap kasar, uneducated, norak, dan tinggal di getho2 kumuh, tetapi kenyataannya Obama telah mampu menunjukkan bahwa stereotype semacam itu salah dan dapat dipatahkan. Dia menggunakan cara intelektual dan lobby politik yang piawai untuk mewujudkannya. Dia secara konsisten menunjukkan keprihatinan dan keberpihakan pada kemanusiaan dan kepentingan dunia. Sehingga tidak ayal lagi banyak harapan dari para pemimpin dunia disampaikan begitu dia terpilih menjadi presiden berikutnya. Dari M. Abbas disampaikan harapan peningkatan peranan Amerika dalam perdamaian di Palestina. Presiden Yudoyono mengingatkan masa-masa Obama hidup di Indonesia begitu juga harapan peningkatan hubungan damai kedua negara. Negara-negara Eropa mengharapkan dan memberikan dukungan bagi upaya peningkatan kerjasama dan perspektif untuk dunia. Hans-Dietrich Genscher mengingatkan kepada Jerman bahwa sebaiknya tidak sekedar berharap melainkan juga menyampaikan dan mempromosikan harapan-harapan itu secara aktif kepada Amerika. Obama telah membangkitkan harapan dunia yang akhir-akhir ini suram. Harapan yang muncul dari visi seorang kulit hitam. Colin Powel menyebutnya sebagai sebuah &#8220;generation of change&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Semalam juga ada wawancara dengan penonton bareng America Wahl di Jerman yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV terkemuka. Seorang wanita umur sekitar 30an yang matanya merah karena menangis terharu. Ketika diwawancarai dia mengatakan bahwa di sepanjang sejarah hidupnya baru kali ini dia bangga menjadi seorang Amerika. Keharuan semacam ini muncul bukan saja dari orang kulit hitam tetapi dari semua ras dan warna kulit di Amerika (Cubaner, Afro America, Hispanic, Asian, dan keturunan Indian), yaitu siapapun mereka yang berpikiran interkultural dan tidak konservatif terhadap garis politik dan agama dalam wawasan sempit.</p>
<p style="text-align:justify;">Selebaran dan klip di Internet tidak semua positif tentang Obama. Bahkan ada juga yang mengingatkan ancaman yang akan datang kepada Amerika, yaitu ancaman terorisme (yang sering dikaitkan dengan isu keagamaan). Islam Phobia rakyat Amerika menjadi senjata ampuh untuk mengingatkan para pemilih agar tak berpihak pada kemenangan Obama. &#8220;Obama dianggap sebagai seorang yang mendatangkan ketakutan baru&#8221; karena dia tidak menunjukkan tanda-tanda tegas dan keras terhadap terorisme maupun Islam garis keras. Obama menjanjikan cara yang lebih elegance dan damai, melalui lobby dan pemahaman bersama yang lebih konstruktif. Nampaknya ini berbeda dengan ancaman yang pernah dituliskan dalam buku &#8220;Kultur Kampf&#8221; (Benturan Antar Peradaban) yang laris manis dibaca seantero dunia. Budaya-budaya akan saling berebut kepentingan dan primordial sehingga rawan benturan dan konflik. Obama menunjukkan cara yang berbeda, bahwa kemungkinan adanya benturan-benturan kultural dan kepentingan membutuhkan cara baru untuk mensikapinya. Tidak dengan cara yang offensive melainkan dengan cara yang elegance dan damai, mengedepankan intelektualitas, etika dan kesantunan dalam memperjuangkan idealisme. Inilah harapan dunia saat ini. Benar jika dikatakan bahwa Obama tidak sekedar mengusung politiknya sendiri. Obama adalah simbol dan tanda dari &#8220;generation of change&#8221; (generasi yang berubah dan menginginkan perubahan). Obama jelas menggarisbawahi semua ini dalam kampanyenya dan menunjukkan keterlibatan semua orang untuk mewujudkannya. &#8220;Yes we can&#8221;. Idealisme dan perubahan bukan sekedar pekerjaan seorang presiden melainkan pekerjaan semua orang yang menginginkannya secara bersama-sama dan sinergis. Presiden hanyalah seorang yang bermimpi, menyampaikan mimpi dan mengajak semua orang untuk mengusahakannya bersama-sama. &#8220;Yes we can&#8221;. Kekuasaannya bukanlah untuk dirinya, kekuasaannya adalah untuk menjamin bahwa orang yang bekerja bersamanya untuk melakukan kebaikan dan perubahan kesejahteraan akan aman dan didukung sepenuhnya oleh negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebijakan Presiden Bush (Partai Republik) yang dianggap arogan dan terlalu agresif serta offensif dalam memutuskan mata rantai kekerasan terbukti tidak berhasil. Ibarat ingin mengobati luka, dia justru lebih banyak menggunakan cara-cara yang memunculkan luka dan sakit hati. Tetapi syukurlah jaman telah berubah. Amerika menghembuskan harapan baru. Dunia yang lebih aman dan sejahtera semoga menjadi kenyataan. Meski salah juga kita terlalu banyak berharap dengan Obama. Meski dia hebat sebagai pemimpin dunia yang energik, pintar dan dianggap punya hati, tetapi dia tak akan sanggup sendirian tanpa dukungan seluruh dunia. Kita tunggu saja dan kita dukung setiap upaya mewujudkan dunia dan langit baru yang lebih damai dan sejahtera. Kemenangan Obama adalah panggilan bagi kita semua di seluruh penjuru dunia untuk mendukung perubahan ke arah yang lebih baik dan manusiawi. &#8220;Yes we can!&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=83&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/05/yes-we-can/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>stop hukuman mati</title>
		<link>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/02/stop-hukuman-mati/</link>
		<comments>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/02/stop-hukuman-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 10:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jumpalitan</dc:creator>
				<category><![CDATA[aktual]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[amrozi]]></category>
		<category><![CDATA[asasi]]></category>
		<category><![CDATA[baasyir]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[capres 2009]]></category>
		<category><![CDATA[cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[guantanamo]]></category>
		<category><![CDATA[hak]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[helikopter]]></category>
		<category><![CDATA[helipad]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[imam samudra]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[komnas HAM]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[LP]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[mukhlas]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nusakambangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemasyarakatan]]></category>
		<category><![CDATA[penjara]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[sctv]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[tembak]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jumpalitan.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[lulu adik imam samudra akan berangkat ke cilacap menemui kakaknya. kali ini secara khusus membawa pesan ibunya. semula umi (ibunya) sendirilah yang akan datang ke cilacap, tetapi karena alasan kesehatan maka niat itupun harus diurungkan dan ikhlas mewakilkannya saja. kejadian di atas bukanlah kejadian biasa. karena kita tahu pasti apa yang tersirat dari kejadian itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=79&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">lulu adik imam samudra akan berangkat ke cilacap menemui kakaknya. kali ini secara khusus membawa pesan ibunya. semula umi (ibunya) sendirilah yang akan datang ke cilacap, tetapi karena alasan kesehatan maka niat itupun harus diurungkan dan ikhlas mewakilkannya saja.</p>
<p style="text-align:justify;">kejadian di atas bukanlah kejadian biasa. karena kita tahu pasti apa yang tersirat dari kejadian itu. yang lebih jauh adalah perasaan sang ibu. detik-detik menjelang eksekusi tentunya merupakan waktu yang sangat berharga untuk berkomunikasi dengan anaknya. imam samudra menurut rencana tidak lama lagi akan dieksekusi mati. wartawan media massa bahkan berani berspekulasi eksekusi akan dilaksanakan senin pagi (3 nopember ini). padahal kejaksaan agung masih mengatakan awal nopember, jaksa agung sendiri memberi ancar-ancar bahwa awal nopember berarti bukanlah pertengahan nopember. jika pertengahan nopember adalah tanggal 15 maka jelas dipastikan eksekusi akan dilakukan sebelum tanggal itu. sekarang wartawanlah yang menghitung detik per detik. pantai menuju nusakambangan telah menjadi pantai siaga yang banyak didatangi para wartawan elektronik dan kuli tinta. gencarnya media memberitakan dengan sedemikian detail dan berulang-ulang membuat kudukku berdiri. rasa manusiaku tak tahan meski aku harus membacanya untuk memahami apa yang sedang dipikirkan masyarakat dan mereka di luar sana.</p>
<p style="text-align:justify;">mungkin benar, jika mereka (imam, mukhlas, amrozi) tidak mengesankan takut menghadapi kematian. tetapi benarkah mereka tidak gentar sedikitpun? ini kematian &#8230; bukan pergi ke luar negeri. bukan pergi kunjungan ke tempat jauh yang sebentar lagi akan kembali. kematian bagi orang beriman memang bukan hal yang menakutkan. menurut mereka, mereka mati karena iman, mereka tidak takut mati, dan mereka siap mati dinantikan bidadari. itu keyakinan mereka. tetapi persoalan takut dengan ngeri tidaklah hal yang di luar manusiawi. sejak lahir manusia sudah memilikinya, itu juga satu paket pemberian-Nya yang diberikan kepada manusia agar manusia rendah hati. terlalu takut memang tidak baik. tetapi terlalu berani dan menyangkal ketakutan, bukankah juga melawan kodrat? manusia adalah manusia, dia bukan malaikat apalagi Tuhan. kembali ke kasus imam samudra dkk. pastilah mereka lebih siap dari umi dan keluarga besarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">keluarga yang diluar, yang setiap hari mendengar liputan radio, wawancara tv, dan membaca koran dan berita tulis lainnya. apalagi umi tidak menyangka semua ini akan terjadi. bahkan tidak tahu menahu sepak terjang anaknya. pastilah ada duka batin mendalam. perasaan antara takut dan yakin. perasaan antara berontak dan dicecar. keinginan dan harapan yang tulus agar anaknya bebas dan kembali ke keluarga dan di sisi lain dihadapkan pada sebagian besar orang yang mengharapkan kematian anaknya untuk membuktikan supremasi hukum dan memberi efek jera. begitu kata mereka yang menyetujui hukuman mati.</p>
<p style="text-align:justify;">bagi semua jelas, bahwa hukuman mati menyisakan banyak perkara yang lebih besar dan lebih konttra produktif dari tujuannya. kenapa masih ada yang mempertahankannya. malah yang lebih parah, hukuman mati dklaim sebagai bukti kesetiaan negara terhadap aturan agama tertentu. hukuman mati identik dengan tegaknya hukum agama tertentu. tidakkah kita berusaha mencara penafsiran baru dan cara pandang baru terhadap permasalahan ini tanpa harus menyangkal esensi kesucian agama?</p>
<p style="text-align:justify;">hukuman mati justru menjadi trauma masyarakat. anak-anak dilarang nonton tarian erotis di tivi2 tetapi mereka diajak menonton informasi sadis seperti ini. anak-anak menjadi penasaran. di gang-gang, di sekolah, dimana anak berkumpul mereka banyak membicarakannya. gambar orang yang tereksekuu si dipampang berulang-ulang, regu tembak diberitakan detail, cara-cara penembakan dan lokasi, bahkan tindakan jahitan untuk merapikan kembali badan mereka setelah tertembak diberitakan di koran-koran. duh &#8230; ini yang seharusnya kita akhiri. berita sadis justru lebih berbahaya bagi akhlak daripada resiko melihat tarian erotis.</p>
<p style="text-align:justify;">hukuman mati harus dihapuskan dari indonesia, dan dari muka bumi. karena orang-orang seperti umi juga harus dilindungi. bagaimana perasaan mendengar anak yang selama ini dirawat, dijaga dalam keterbatasan ekonomi, kemudian setelah besar ditembak mati? memang benar ada proses yang dia alami, ada perbuatan ada akibat, dan mereka (amrozi, mukhlas, imam) sendiri yang memilih jalur mati sebagai &#8220;teroris&#8221; (kata orang). tetapi toh mereka menganggap diri mati syahid karena membela keyakinan. mereka hanyalah tumbal dari kelompok besarnya. mereka adalah alat-alat yang disulut emosi keberanian dan kesetiaannya kepada agama oleh jaringan sistematis yang mereka sendiri tidak kenal. mereka hanya korban dari cara beragama yang sempit yang ditularkan kepadanya secara provokatif. kebencian yang ditularkan, rasa sah membunuh kelompok lain. mereka memang salah karena mengambil bagian merencanakan dan melaksanakan pengeboman. tetapi menurutku, hukuman mati bukanlah cara tepat mengatasi terorisme. hukuman mati hanya akan melukai banyak perasaan orang tak berdosa. hukuman mati justru akan menjadikan anak-anak dan generasi setelah kita ini menjadi semakin tak takut lagi menumpahkan darah dan seolah mendapatkan alasan untuk menumpahkan darah. negara yang beradab seharusnya memberi contoh dan teladan, bahwa hukum bisa ditegakkan tanpa dengan mematikan siapapun. negara beradab seharusnya menunjukkan bahwa hukuman adalah sebuah cara bukan saja untuk menegakkan keadilan, efek jera (preventif), melainkan juga dididikan dan perawatan bagi mereka yang terbukti bersalah untuk suatu saat kembali menjadi baik dan suatu saat kembali ke masyarakat sebagaimana yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">sekali lagi. stop hukuman mati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jumpalitan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jumpalitan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jumpalitan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jumpalitan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jumpalitan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jumpalitan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jumpalitan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jumpalitan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jumpalitan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jumpalitan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jumpalitan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jumpalitan.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jumpalitan.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jumpalitan.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jumpalitan.wordpress.com&amp;blog=4991750&amp;post=79&amp;subd=jumpalitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jumpalitan.wordpress.com/2008/11/02/stop-hukuman-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/687fc305cbc7eaa84f111a356537420f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jumpalitan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
